Sepertiyang tampak pada gambar brake valve setelah dilepas dari badan valve juga gambar komponen-komponen dalam steering. Dalam lokasi yang sama secara umum pada seperti saat mereka dipasang Komponen-komponen tersebut disusun. Dari kiri ke kanan, komponen-komponen utama masing-masing valve adalah sebagai berikut : end cap, shims, spring
SISTEMKEMUDI POWER STEERING DISUSUN OLEH MARWAN FATURAHMAN, S.ST MARILAH KITA PELAJARI POWER STEERING POWER STEERING POWER STEERING Power steering berfungsi untuk meringankan
AnjarRosjadi, Technical Service Executive Coordinator ADM, coba berbagi informasi mengenai komponen ini. "Kalau electric power steering (EPS) itu menggunakan motor listrik pada sistem pengoperasiannya. Sementara hydraulic power steering (HPS), bekerja melalui pompa hidrolik yang memanfaatkan tenaga putaran mesin," ujar Anjar kepada
Klik gambar untuk memperbesar) Promo Giant Ekstra dan Giant Ekspres (Hanya berlaku tanggal 09 Januari 2017): Meluruskan setir atau roda kemudi saat parkir merupakan salah satu cara agar komponen power steering menjadi lebih awet. Khususnya, bagi mobil yang menggunakan power steering model hidraulis.
. Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Skip to content Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Power steering merupakan sistem yang wajib dimiliki oleh mobil–mobil modern saat ini karena fungsinya yang sangat penting bagi pengendara. Oleh karena itu, tidak heran jika semua perusahaan otomotif akan menanamkan sistem ini pada kendaraan pabrikan mereka. Bagi anda yang belum terlalu akrab dengan dunia otomotif, pasti penasaran dengan power steering dan cara kerjanya. Berikut penjelasan lengkap dari power steering dan cara kerjanya. Apa Itu Power Steering? Istilah power steering merujuk pada sebuah sistem yang bertujuan meringankan sistem kemudi agar lebih mudah dikendalikan atau disesuaikan. Dengan adanya sistem bernama power steering ini, kemudi akan terasa lebih ringan saat diputar meskipun dalam kecepatan rendah. Kelebihan ini tentu sangat membantu, terutama bagi para pengemudi yang masih pemula. Power steering sendiri memiliki dua tipe yang berbeda, yaitu power steering hidrolik dan power steering elektrik atau yang disebut juga Electric Power Steering EPS. Power steering hidrolik merupakan jenis power steering yang bekerja dengan bantuan mesin hidrolik dan pompa, sementara power steering elektrik atau Electric Power Steering menggunakan bantuan motor listrik agar dapat bekerja. Baca juga Jenis-Jenis Oli pada Kendaraan Meskipun menggunakan sistem penggerak yang berbeda, prinsip kerja dari keduanya bisa dibilang mirip. Kedua jenis power steering ini bertujuan untuk menggerakkan torak bagian dari power cylinder dan menyuplai tenaga ekstra pada dua komponen lain, yaitu pinion dan rack. Cara Kerja Power Steering Cara kerja dari power steering ini tergantung pada kondisi mobil saat berada di jalanan atau lebih tepatnya kondisi mobil saat dikemudikan. Pada kondisi nol atau netral, minyak akan mengalir melalui katup pengontrol menuju saluran pelepasan atau relief port dan kembali menuju pompa. Dalam kondisi ini juga, torak tidak bergerak dan tekanan pada kedua sisi menjadi seimbang. Sementara pada saat poros kemudi bergerak, katup pengontrol juga akan menutup salah satu aliran minyak. Pada saat itu juga, saluran lain akan terbuka dan membentuk tekanan. Perbedaan tekanan pada di sini membuat torak bergerak ke salah satu sisi yang bertekanan rendah dan minyak dalam bagian tersebut kembali ke pompa melalui katup pengontrol. Baca juga Mobil yang Baik Tentu Tidak Memiliki Kebocoran Mesin Keunggulan dan Kekurangan Tiap Power Steering Power steering hidrolik dan power steering elektrik memiliki kelebihan dan kekurangan masing–masing. Dari segi perawatan misalnya, power steering hidrolik agak lebih sulit dirawat dibanding power steering elektrik. Power steering hidrolik harus diganti oli setiap 40 ribu km, berbeda dengan power steering elektrik yang tidak perlu ganti oli karena bekerja dengan motor listrik. Itulah pengertian dan cara kerja power steering. Agar Anda dapat berkendara dengan nyaman dan rasa peace of mind, tanpa perlu khawatir terhadap segala risiko buruk yang dapat menimpa mobil kesayangan Anda, pastikan juga untuk memberikan proteksi lebih kepada mobil kesayangan Anda, ibarat pepatah yang sering kita dengar “sedia payung sebelum hujan” demikiannya juga dengan asuransi mobil. Ada baiknya sebelum risiko menimpa kendaraan kesayangan Anda, agar Anda mendaftarkan mobil Anda ke pihak asuransi. Garda Oto produk asuransi mobil dari Asuransi Astra dapat menjadi solusi tepat bagi kebutuhan proteksi mobil Anda. Melalui berbagai layanan fisik seperti Garda Center, Garda Akses, Garda Siaga, hingga Garda Mobile Otocare, pelanggan akan dipermudah dalam melakukan pembelian polis, pembayaran, hingga pengajuan klaim. PeaceofMind Related Posts
Rianto Prasetyo Ilustrasi mobil dengan elektrik power steering - Fungsi utama power steering untuk memudahkan pengemudi mengoperasikan setir berbelok ke kanan dan ke kiri. Mobil-mobil modern kebanyakan sudah menggunakan power steering jenis elektrik atau Electric Power Steering EPS. Dibandingkan power steering jenis hidraulis, Power steering jenis elektrik ini lebih modern, sebab tidak memerlukan cairan oli seperti di power steering hidraulis. Pada dasarnya, jika power steering hidraulis mengandalkan fluida sehingga memerlukan oli dan pompa, nah Electric Power Steering EPS ini mengandalkan motor listrik. Abdul Aziz Masindo/ Komponen EPS Baca Juga Mobil Terendam Banjir, Power Steering Elektrik Bisa Rusak, Ini Penyebabnya "Sistem EPS electric power steering menggunakan motor listrik dengan arus listrik dari ECU berdasarkan inputan sinyal yang dari berbagai sensor," ucap Erwin Surianto, kepala bengkel Auto2000 Pasar Kemis Tangerang beberapa waktu lalu. Nah berikut komponen komponen-komponen Electric Power Steering EPS dan penyakitnya. 1. Modul EPS Autobild Ilustrasi modul EPS Sesuai namanya, komponen ini merupakan pengolah data dari sensor sudut putaran dari setir untuk memerintahkan proses kerja pada sistem EPS. Kerusakkan komponen ini cenderung sangat jarang, lantaran posisi modul ini biasanya terdapat di bagian dalam dasbor.
Bagi Anda yang menyukai otomotif atau memiliki mobil, maka istilah power steering mungkin sudah tidak asing lagi. Power steering merupakan salah satu bagian pada sistem kemudi, di manafungsinya yaitu untuk memudahkan pengemudi dalam mengendalikan setir. Agar kerjanya maksimal, komponen power steering bekerja sama untuk melakukan fungsi Reservoir TankKomponen dari power steering yang pertama yaitu reservoir tank. Komponen ini terletak pada bagian hidrolik pump, di mana fungsinya yaitu untuk menampung cadangan minyak yang dimiliki power steering. Minyak tersebut berasal dari control valve dan mengalir melalui low pressure hose, kemudian ditampung oleh reservoir tank minyak yang ditampung oleh reservoir tank nantinya akan disalurkan atau disalurkan kembali melalui pompa dari power steering. Sebagai pemilik mobil Anda harus selalu memastikan bahwa kadar dari minyak power steering ini mencukupi dan jangan biarkan oli power steering sampai dalam keadaan Vane PumpSebelum dijelaskan bahwa salah satu komponen power steering yaitu reservoir tank menyalurkan kembali minyak power steering melalui pompa. Pompa yang dimaksud ini yaitu vane pump di mana bagian ini juga termasuk dalam komponen dari power steering. Vane pump ini digerakkan dengan pemanfaatan dari putaran mesin yang terhubung dengan v belt dan melalui Low Pressure Steering HoseSelanjutnya ada low pressure steering hose yang memiliki fungsi utama sebagai tempat mengalirnya power steering oil. Bagian ini juga sering disebut sebagai selang power steering, dan di dalamnya mengalir fluida bertekanan rendah yang berasal dari rotary control valve kemudian menuju ke arah reservoir juga Komponen Propeller Shaft - Mengenal Fungsi dan Cara Kerjanya4. Steering Rack ShaftSteering rack shaft adalah salah satu dari komponen power steering, yang merupakan poros utama kemudi dan berfungsi sebagai penerus putaran dari roda kemudi pada steering gear box. Komponen ini memiliki piston di salah satu sisinya dan piston tersebut terhubung dengan bagian power cylinder. Sedangkan sisi yang lainnya disematkan gear yang terhubung dengan pinion Steering Gear HousingSteering gear memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat meletakkan pinion gear serta power steering rack. Keberadaan dari komponen satu ini didesain menyatu dengan beberapa komponen lainnya, seperti power silinder dan control valve. Sejatinya keberadaan dari steering gear ini bentuknya berbeda beda pada setiap kendaraan, tergantung ukuran dan lain High Pressure Steering HoseApabila ada komponen low pressure steering hose, maka ada juga high pressure steering hose sebagai komponen power steering. Bagian ini fungsinya tidak jauh berbeda dengan low pressure, namun high pressure mampu mengalirkan minyak power steering yang memiliki tekanan tinggi. Bahan dari high pressure steering hose sendiri biasanya terbuat dari bahan baja atau logam. Ternyata power steering terdiri atas cukup banyak komponen, yang masing masing memiliki fungsinya begitu, sebenarnya cara kerja dari power steering ini cukup sederhana dan tidak serumit yang dibayangkan. Hanya ada dua tahap bagaimana power steering tersebut bekerja, yaitu posisi setir netral roda ban lurus ke depan dan posisi setir juga Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil
Untuk memudahkan pengemudi dalam mengendalikan dan meringankan roda kemudi pada kendaraan maka disematkan fitur power steering system. Fitur ini akan membuat setir menjadi mudah di putar ketika mobil akan berbelok, sehingga pengemudi tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga saat memutar setir. Umumnya mobil pribadi, penumpang dan niaga banyak menggunakan power steering system yang memanfaatkan fluida atau dikenal dengan nama power steering hidrolik. Power steering tipe ini menggunakan tenaga putaran mesin yang terhubung ke pompa power steering. Nantinya pompa power steering akan memompa fluida supaya mendapatkan tenaga tambahan untuk meringankan pengendalian kemudi. Namun seiring kemajuan zaman, kini pabrik atau perusahaan mulai memproduksi mobil dengan electric power steering system. Sesuai dengan namanya electric power steering memanfaatkan arus listrik untuk menggerakan motor listrik. Jadi tanpa adanya arus listrik pada power steering, maka kemudi akan terasa berat dan keras saat mobil Power Steering Hidrolik Power steering hidrolik tersusun dari beberapa komponen untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Masing-masing komponen pada power steering hidrolik memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda. Apa saja itu? Berikut beberapa komponen power steering hidrolik dan fungsinya. 1. Low Pressure Steering Hose Komponen pada power steering hidrolik yang pertama adalah low pressure steering hose. Komponen ini memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat mengalirnya minyak power steering bertekanan rendah dari control valve menuju reservoir tank. Komponen low pressure steering hose terbuat dari bahan logam yang dapat menahan tekanan dan suhu tinggi. 2. Steering Gear Housing Keberadaan steering gear housing pada power steering di desain menyatu dengan power silinder dan juga control valve. Fungsi utama dari komponen ini adalah sebagai tempat meletakan power steering rack dan juga pinion gear. 3. Reservoir Tank Reservoir tank berfungsi untuk menampung minyak power steering yang mengalir melalui low pressure hose yang berasal dari control valve. Minyak power steering yang ada di dalam reservoir tank nantinya akan disalurkan kembali melalui pompa power steering. Baca Juga Cara Kerja Power Steering Hidrolik dan Elektrik Jenis Power Steering Pada Mobil Penyebab Power Steering Berdengung Bagian tutup reservoir tank dilengkapi dengan ventilasi supaya tekanan pada power steering system tetap stabil ketika hydraulic power steering bekerja. Pemilik mobil juga perlu memperhatikan kadar minyak power steering dan jangan biarkan sampai kosong. 4. Steering Rack Shaft Komponen steering rack shaft adalah sebuah shaft yang terdapat piston di salah satu sisi yang terhubung dengan power cylinder. Sementara di sisi yang lain memiliki gear yang terhubung dengan komponen pinion gear di steering gear housing. Selain itu, komponen ini juga langsung terhubung dengan roda dan juga tie rod. 5. Vane Pump Vane pump atau sering dikenal dengan nama pompa power steering ini bekerja untuk meningkatkan tekanan fluida ke seluruh bagian power steering hidrolik. Vane pump digerakan dengan memanfaatkan putaran mesin melalui pulley yang terhubung dengan v-belt. 6. Power Cylinder Power cylinder adalah tempat piston untuk menggerakan roda gigi kemudi yang di sebabkan tekanan minyak power steering yang dihasilkan dari pompa power steering. Komponen ini berupa silinder mekanis tempat piston internal yang menyatu dengan steering rack shaft. 7. High Pressure Steering Hose High pressure steering hose memiliki fungsi sebagai tempat mengalirnya minyak power steering bertekanan tinggi menuju ke control valve. Minyak power steering ini dialirkan melalui selang bertekanan tinggi menuju control valve yang ada pada control valve housing. Komponen ini terbuat dari bahan baja atau logam yang kuat terhadap tekanan dan suhu tinggi. 8. Control Valve Control valve adalah komponen yang mengatur arah aliran minyak power steering dari pompa steering sesuai dengan arah kemudi yang diinginkan pengemudi. Control valve di desain menyatu dengan komponen pinion gear dan diletakan pada control valve housing. Kelebihan Hydraulic Power Steering Kelebihan power steering hidrolik adalah jika salah satu komponen mengalami kerusakan bisa diperbaiki atau diganti komponen yang rusak saja. Sedangkan electric power steering rusak harus ganti satu mekanisme dan itu biayanya sangat mahal. Kelebihan lainnya yaitu perawatan power steering lebih mudah dan simpel. Kekurangan Hydraulic Power Steering Kekurangan dari power steering hidrolik adalah mekanismenya yang kurang efisien dan membebani mesin, karena vane pump memanfaatkan putaran mesin untuk menggerakannya sehingga tenaga mesin menjadi kurang maksimal. Tak hanya itu saja, mobil yang menggunakan power steering hidrolik memiliki asupan bahan bakar yang lebih boros.
gambar komponen power steering